Meikarta Hadir untuk Penuhi Kebutuhan Pekerja Asing di Cikarang

CMedia Group, BEKASI-Selama ini orang mengenal wilayah Cikarang dan Karawang, Jawa Barat, sebagai kawasan industri. Berbagai perusahaan dari dalam dan luar negeri menanamkan investasi dan mengembangkan bisnisnya di wilayah tersebut.

Saat ini di Cikarang ada tujuh kawasan industri besar, di antaranya Delta Mas, Delta Silicon, Jababeka, dan MM2100. Kawasan industri itu terdiri dari pabrik otomotif yang memproduksi sekitar 1 juta mobil dan 10 juta sepeda motor setiap tahun, baik untuk pasar domestik maupun mancanegara.

Terdapat juga pabrik lain yang menghasilkan sejumlah produk, misalnya elektronik, peralatan rumah tangga, suku cadang otomotif, farmasi, plastik, makanan dan minuman kecil, serta berbagai macam barang kebutuhan hidup sehari-hari.

Ketua Umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Hartono Sarwono mengatakan, seiring dengan berkembangnya industri, kawasan di sana juga ikut berkembang.

“Banyak orang asing yang bekerja di sana. Market-nya tidak terlalu besar, tapi yang paling banyak pekerja sampai manajernya,” ujar Hartono

Menurut Hartono, properti untuk karyawan di wilayah tersebut berkembang pesat. Sejumlah pengembang swasta pun melirik Cikarang dan Karawang karena begitu banyaknya pekerja di sana sehingga mereka membutuhkan hunian untuk ditinggali, misalnya apartemen.

Lippo Group juga menggandeng DDG, perusahaan arsitektur ternama, untuk merancang setiap tower. Sebelumnya perusahaan itu dipercaya untuk mendesaian sejumlah proyek hunian di Amerika Serikat, China, dan negara lain di Asia.

Setiap bagian tower tersebut mendapat perhatian detail, baik interior maupun eksterior, termasuk penataan ruang dan barang sesuai luas masing-masing unit apartemen, perencanaan instalasi listrik, air, dan internet, dan banyak lagi.

“Pembelinya adalah pemakai dan investor karena di daerah sana banyak ekspatriat, yang 65 persen adalah orang Jepang,” ucap Jopy Rusli, Chief Marketing Officer Lippo Homes, saat pertemuan dengan wartawan di Jakarta.

Ia mengatakan, para pembeli apartemen di Meikarta kebanyakan adalah investor. Mereka berharap bisa memperoleh keuntungan dari membeli atau menyewakan unit apartemen kepada para pekerja ataupun orang asing di Cikarang.

Hal senada juga diungkapkan oleh Presiden Direktur Meikarta Ketut Budi Wijaya. Menurut dia, kehadiran Meikarta tudak hanya untuk kompleks apartemen dan kota mandiri, tetapi juga untuk membantu kelancaran denyut nadi perekonomian nasional.

“Karena itu, kami membangun fasilitas modern kelas dunia di Meikarta, sebuah kota modern yang lengkap dan menjadi manfaat bagi ekonomi nasional. Kehidupan yang akan meningkatkan pereknomian di wilayah sekitarnya,” ujar Ketut. (CMG)

Share This:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*