Meikarta Kota Masa depan dibangun di luar ibukota

BEKASI, bagirata.com

Arus urbanisasi yang tak bisa dibendung membuat ibukota menjadi begitu padat.Sehingga Jakarta dihadapkan pada persoalan tata ruang dan keterbatasan daya tampung Jakarta. Di sisi lain, Jakarta sendiri merupakan ibukota yang sama sekali tidak direncanakan untuk menjadi kota metropolitan seperti sekarang ini.

Kawasan penyangga Jakarta justru berkembang lebih baik dengan merencanakan pembangunan kota secara detail.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Realestat Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata berpendapat, kota masa depan adalah kota yang direncanakan sedini mungkin, sehingga tetap bisa dinikmati dengan baik oleh anak cucu generasi mendatang.
“Bisa 100 atau 200 tahun, peradaban kan berjalan terus. Nah, kota-kota yang ada sekarang harus dirancang siap ekspansi,” ujar Eman dalam sesi wawancara khusus dengan KompasProperti.
Menurut dia, kota-kota di Indonesia perlu mengejar ketertinggalan dari negara lain dalam hal pembangunan kota.
Sementara itu, sebagai pengembang properti, Lippo Group tak hanya membangun rumah tinggal melainkan juga sebuah kota dan komunitas. Kota baru Meikarta di Cikarang sebagai kawasan hunian yang lengkap dengan berbagai fasilitas penunjang.
Rencananya Lippo Group akan menghadirkan Sekolah Pelita Harapan mulai dari jenjang TK, SD, SMP, sampai SMA. Sekolah lain pun akan diajak untuk berpartisipasi dalam dunia edukasi di Meikarta.
Lippo juga tengah berupaya menjalin kerjasama dengan tiga universitas berkualitas di Indonesia, yaitu UI, UGM, dan ITB.
“Kami berencana menghadirkan tiga kampus ternama di Indonesia, ada UI, ITB, dan UGM. Harapannya bisa mewakili pendidikan tinggi berkualitas bagus dan bisa bersaing di tingkat internasional,” katanya.
Selain Pendidikan Meikaratpun merupakan pusat bisnis dan keuangan dengan berbagai infrastruktur penunjang. Dengan demikian, perusahaan swasta mulai dapat memindahkan kegiatan bisnisnya dan memiliki kantor yang lebih besar di Meikarta dibanding di Jakarta. Pasalnya saat ini harga perkantoran di ibu kota relatif mahal, apalagi masalah kemacetan lalu lintas yang tak kunjung usai akan menambah biaya pengeluaran, serta habisnya waktu, tenaga, dan pikiran.
“Zonasi untuk perkantoran sudah ada, tapi belum fix. Harapannya supaya kantor pusat perusahaan-perusahaan itu yang di Jakarta kecil saja, tapi kantor cabang atau supporting office-nya yang besar di Meikarta,” kata Ketut.
Disamping itu, di Meikarta juga akan ada sejumlah hotel berskala internasional dan bertaraf bintang lima. Sekarang ini Lippo sudah menjalin kerja sama dengan Langham Hospitality Group yang merupakan salah satu usaha di bawah naungan Great Eagle Holdings, pengembang properti dan perhotelan yang berpusat di Hongkong
“Kami memberikan apresiasi kepada Langham Hospitality Group dan turut merasa bangga dengan pemilihan Meikarta sebagai lokasi pembangunan hotel bertaraf internasional,” katanya.
Para pecinta berolahraga nantinya dapat menggunakan stadion besar yang menurut rencana kapasitas kursinya akan melebihi Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta.
Sedangkan di taman itu akan ditanami ribuan pohon yang akan membuat taman menjadi rindang dan udara menjadi sejuk karena menghasilkan oksigen. Ada pula beragam tanaman hias yang akan memperindah suasana taman sehingga orang betah berlama-lama di sana.
Taman itu bernama Central Park. Konsepnya menyerupai taman di pusat kota New York, Amerika Serikat, yaitu taman yang bisa digunakan sebagai tempat untuk rekreasi keluarga, bermain anak, dan kumpul-kumpul anak muda. Taman kota yang itu dikonsep supaya ramah anak, ramah keluarga, dan semua aktivitas di ruang terbuka.
Pembangunan kota modern baru berskala internasional Meikarta dengan investasi Rp 278 triliun ini pun bakal menjadi kota raksasa modern dan terlengkap di Asia Tenggara dan akan menyerupai Senzhen Tiongkok.

Share This:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*