Meikarta akan bangun Industrial research center

Kawasan Meikarta di Cikarang, Bekasi. Lippo Group menginvestasikan Rp 278 triliun untuk membangun kawasan Meikarta. 

Bagirata.com,  BEKASI

Sejumlah perusahaan rintisan digital atau biasa dikenal dengan startup bermunculan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Ini merupakan fenomena yang dipengaruhi dari perkembangan teknologi digital di dunia. Perusahaan itu ada yang bergerak di bidang e-commerce (perdagangan elektronik), transportasi online, jasa layanan antar makanan dan barang, perawatan tubuh, kebersihan rumah dan kantor, serta perbaikan kendaraan bermotor.
Salah satu startup terkenal di Tanah Air, yaitu Go-Jek, tahun ini tercatat sebagai salah satu perusahaan yang masuk daftar 56 perusahaan yang mengubah dunia alias kategori Change The World versi majalah Fortune.
Startup jenis ride sharing asal Indonesia ini berada di posisi ke-17. Daftar itu berisi perusahaan-perusahaan yang dinilai memiliki pendapatan di atas 1 miliar dollar AS atau Rp 1,3 triliun per tahun dan berpengaruh secara sosial dan ekonomi terhadap lingkungan sekitarnya.
“Ini adalah hasil dari kolaborasi begitu banyak pihak yang terus mendukung Go-Jek. Penghargaan ini memotivasi kami untuk terus berkomitmen memberi kontribusi positif terhadap visi pemerintah agar Indonesia jadi kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2020,” kata CEO sekaligus pendiri Go-Jek, Nadiem Makarim, dalam keterangannya kepada pers,
Menurut data dari berbagai sumber, di Indonesia saat ini ada lebih dari 1.500 startup lokal. Sementara untuk pengguna internetnya sekarang sekitar 135 juta orang. Angka itu diprediksi meningkat terus setiap tahun.
Hal itulah yang membuat pengembang properti pun ingin memanfaatkan kesempatan tersebut dengan membangun suatu area tempat berbagai perusahaan digital berkumpul.
Menurut rencana, di Meikarta akan disiapkan satu zona khusus perusahaan startup untuk mendukung perkembangan dunia digital di Indonesia. Ibarat Silicon Valley di Amerika Serikat, di sana akan dibuat sejumlah infrastruktur pendukung yang biasa disebut dengan industrial research center.
“Pusat digital dan teknologi juga harus dekat kampus sebagai pusat riset. Sama halnya dengan Silicon Valley di Amerika Serikat yang dekat dengan Stanford University,” ujar Presiden Meikarta Ketut Budi Wijaya dalam keterangannya.
Lippo Group pun selama ini memiliki anak usaha di bidang industri digital yang bergerak sebagai penyedia jasa layanan internet. Maka dari itu, tambah Ketut, broadband juga harus disiapkan untuk menunjukkan keseriusan berkecimpung di bidang itu.
Pembangunan Silicon Valley versi Indonesia di Meikarta ini diharapkan berpengaruh positif pada perkembangan perusahaan berbasis teknologi digital, baik startup, lembaga pendidikan, maupun pihak lain yang bergerak di bidang informasi dan teknologi.

Share This:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*