Kepala Sekolah MTs Ternama Diduga Melakukan Pencabulan, Orang Tua Murid Laporkan Ke Kapolres

CIREBON,Bagirata.com

Sejumlah masyarakat dan orang tua muris salah satu MTs ternama ada di wilayah Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon beramai-ramai mendatangi Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Cirebon untuk melporkan oknum Kepala Sekolah tersebut. Pasalnya terkait kasus pelecahan seksual terhadap anak di bawah umur. Korbannya lebih dari satu siswi yang merupakan warga Kecamatan Beber.
Kasus pelecehan seksual di bawah umur itu dilaporkan warga bersama Yayasan Banati yang bergerak dalam pendampingan dan perlindungan anak.
“Korbannya ada enam siswa yang baru kita ketahui. Mereka mengakui kalau mendapat tindakan senonoh pelaku yang merupakan kepala MTS,” kata Arifin, warga Kecamatan Beber.
Lebih jauh Arifin menjelaskan, modus pelaku memanggil siswa ke kantornya saat kondisi sepi. Di situlah aksi cabul pelaku dengan merayu dan memberi uang kepada siswa senilai Rp 50.000.
“Pengakuan korban diraba, diremas ya perlakuan tindak senonoh. Bagi mereka yang menolak diancam pelaku. Jadi tidak ada yang berani,” kata Arifin.
Aksi okunum Kepala MTs yang berbuat cabul diketahui masyarakat Kecamatan Beber sudah satu bulan yang lalu. Awalnya salah satu korban yang ngotot ke orang tuanya ingin pindah sekolah.
Korban beralasan bahwa dirinya pernah diperlakukan tidak senonoh kepala sekolahnya. Mendengar kabar tersebut, orang tua korban langsung mengumpulkan masyarakat yang anaknya sekolah di MTS tersebut. Setelah ditelusuri, korban yang pernah diberlakukan tindak senonoh ternyata bertambah hingga enam siswi.
“Kita saat itu belum laporan, karena mencari lembaga hukum perlindungan anak dulu untuk mengawal kami. Sekarang kita baru laporan dibantu dengan Yayasan Banati,” katanya
Euis Suharyati Direktur Yayasan Banati kepada awak media mengatakan, mendapat laporan dari masyarakat terkait tindak pidana pelecehan seksual di Beber empat hari yang lalu. Saat diidentifikasi ternyata korbannya hingga enam siswi.
“Kemungkinan korban lebih dari enam siswa. Saya sekarang melindungi korban enam orang dulu. Kami meminta kerja sama dengan masyarakat dan polisi untuk membantu pendampingan agar bisa menghukum pelaku,” katanya.
Sementara itu salah seorang Orang Tua Korban, yang telah melaporkan kelakuan bejat oknum kepala sekolah tersebut, menjelaskan kepada awak media dirinya tidak terima apa yang dilakukan oknum kepala sekolah tersebut kepada anaknya, sehingga dirinya melaporkan Oknum Kepala Sekolah tersebut dengan surat tanda bukti pelaporan No. : LPB/554/XII/2017/JABAR/RES CRB.
“Saya tidak terima apa yang dilakukan oknum kepala MTs tersebut terhadap anak saya, berharap pihak polisi segera melakukan penyidikan,” pungkasnya

Share This:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*