BNI CAB. AHMAD YANI LAKUKAN KEJAHATAN PERBANKAN

BANDUNG,Bagirata.com

Dengan sejarah yang kaya, kondisi financial yang kuat, sumber daya manusia yang unggul dan teknologi yang andal, BNI yakin telah berada di jalur yang tepat untuk menjadi bank nasional yang berkemampuan global. Kebesaran BNI yang konon katanya mempunyai Misi Menjadi bank yang unggul, terkemuka, dan terdepan dalam layanan dan kinerja di coreng oleh oknum yang sengaja dlakukan untuk kepentingan pribadi.
Menaruh uang di bank adalah suatu hal yang biasa dilakukan masyarakat agar uang tersebut tersimpan dengan aman dan bisa diambil kapan pun sesuai waktu yang diinginkan.
Namun, beberapa waktu belakangan ini, para nasabah perbankan di tanah air cukup diresahkan dengan maraknya aksi pencurian dan pemalsuan data nasabah yang dalam beberapa kasus banyak merugikan nasabah.
Dan yang mengejutkan lagi, aksi-aksi tersebut terjadi pada bank pelat merah yang nota bene adalah bank milik pemerintah yang berskala besar dan semestinya data-data nasabah tersimpan dan terjaga dengan baik.
Lantas, apa yang salah dengan perbankan pelat merah tanah air? Apakah sistem pengawasannya yang longgar, aksi para pencuri data yang semakin canggih, atau ada keterlibatan orang dalam.
Seperti yang disampaikan Adv. Andrie Hidayat, SH. Kepada awak media menjelaskan dirinya sebagai Kuasa hukum dari PT. Mahakarya Utama Abadi telah melakukan somasi ke pihak BNI. Pasalnya pihak BNI telah merubah data tanpa pemberitahuan dan seijin nasabah.
“Somasi tersebut dilakukan untuk mempertanyakan kebenarannya, karena klien kami merasa dirugikan. Namun sampai saat ini tidak ada tanggapan,” jelas Andrie kepada awak Media. Sabtu (23/12)
Andri pun menambahkan bahwa PT. Mahakarya Utama Abadi yang merupakan nasabah dari BNI dengan nomor rekening 0433001310 tidak pernah mengajukan atau memiliki pinjaman dana kepada pihak BNI.
“Tiba-tiba dari Pihak BNI Cab. Ahmad Yani tercatat bahwa PT. Mahakarya Utama Abadi mempunyai pinjaman,” ungkap Kuasa Hukum PT. Mahakarya Utama Abadi
Ketika di singgung, seberapa jauh diketahuinya bahwa PT. Mahakarya Utama Abadi tercatat mempunyai di BNI Cab. Ahmad Yani Bandung, Penasehat Hukum Andrie menjelaskan awalnya hasil cetakan rekening biasa berubah menjadi rekening bersama (escrow)
“Perubahan yang dilakukan Pihak BNI Cab. Ahmad Yani ini tanpa pemberitahuan dan seijin dari PT. Mahakarya Utama Abadi,” tutur Andrie Hiadayat
Lebih jauh Ketua Umum Praja ini mengatakan pihak PT Mahakarya Utama Abadi jelas-jelas merasa dirugikan karea selama ini pihak PT. Mahakarya Utama Abadi tidak mempunyai pinjaman kepada pihak BNI Cab. Ahmad Yani Bandung, jika pihak BNI tidak ada niatan baik untuk menyelesaikan permasalahan akan melaporkan kepada pihak berwajib. Pasalnya apa yang dilakukan pihak BNI melanggar UU TPPU dan Pasal 3 UU Tipikor. Dimana disebutkan Setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan, atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan atau denda paling sedikit Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)
“Pihak kami akan melakukan upaya hukum dengan UU yang berlaku di Negara Republik Indonesia, jika pihak BNI tidak ada niat baik untuk menyelesaikan masalah ini,” tandas Andri

Share This:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*